kalender

 

KETENTUAN PENYUSUNAN SKRIPSI

A. Pengertian

  1. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun oleh seorang mahasiswa untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan untuk menyelesaikan Program Studi Sarjana (S1).
  2. Bimbingan Skripsi merupakan proses pengarahan dosen kepada seorang mahasiswa dalam menyusun skripsi.
  3. Pembimbing Skripsi adalah dosen yang diberi tugas oleh Kaprodi untuk memberikan bimbingan skripsi.
  4. Pembimbing Skripsi dapat  terdiri dari :
    1. Pembimbing Kesatu
    2. Pembimbing Kedua
  5. Pembimbing Kesatu
    1. Pembimbing mempunyai jabatan akademik sesuai Surat Keputusan Ketua Nomor : 046/SK/STIBA-INVADA/V/2014 tentang  Pedoman  Usulan  Pengangkatan dan Kenaikan Jabatan Fungsional serta Kenaikan Pangkat Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Invada Cirebon, yaitu memiliki jabatan akademik paling rendah Asisten Ahli.
    2. Mengasuh mata kuliah yang relevan atau sesuai dengan judul/materi skripsi, sekurang-kurangnya 2 (dua) semester.
  6. Pembimbing Kedua
    1. Apabila diperlukan, Ketua Prodi dapat menunjuk seorang Asisten Pembimbing atas usulan Pembimbing Utama dalam hal:
      1. Pembimbing Utama adalah seorang Guru Besar;
      2. Pembimbing Utama berhalangan untuk sementara waktu; atau
      3. Isi/materi skripsi mencakup 2 (dua) materi yang berbeda.
    2. Syarat  Pembimbing Kedua  adalah  telah  mengasuh  mata  kuliah  yang berkaitan dengan materi skripsi minimal 2 semester.

B. Etika Penulisan

Dalam penulisan skripsi, peneliti selayaknya memiliki kesadaran tinggi dalam etika dan kejujuran  ilmiah  serta mematuhi  rambu-rambu  penulisan  yang  sah  dan  yang  dilarang dilakukan. Hal ini karena mahasiswa merupakan kelompok ilmiah dalam masyarakat, maka laporan penelitian tentu akan dibaca oleh masyarakat luas termasuk masyarakat akademis. Termasuk pelanggaran ilmiah antara lain:

  1. Plagiarisme   atau   mencuri   ide   orang   lain   atau   mengutip   tanpa   menunjukkan sumbernya.
  2. Memalsukan data/mengubah data asli dari lapangan.
  3. Berbohong mengenai metodologi.
  4. Mengklaim penelitian orang lain.
  5. Merugikan atau merendahkan responden atau narasumber.
  6. Menimbulkan kesan keliru.
  7. Memaksa pihak yang diteliti.
  8. Memalsukan tandatangan

Sanksi bagi pelanggaran ilmiah akan mendapat skorsing serta mengulang pembuatan mulai dari proses pengajuan judul, dengan nilai maksimum B.

C. Persyaratan Penyusunan Skripsi

Seorang mahasiswa dapat menyusun skripsi, apabila telah memenuhi persyaratan :

  1. Akademik
    1. Telah memiliki sekurang-kurangnya 120 sks (lulus dengan nilai minimal C) dan IPK minimal 2.25.
    2. Telah lulus mata kuliah Metode Penelitian minimal “C”.
    3. Lulus  mata  kuliah  yang  berkaitan  langsung  dengan  materi/topik    skripsi minimal B.
  2. Administrasi Keuangan
    1. Tidak mempunyai tunggakan dan telah membayar uang heregistrasi.
    2. Telah membayar biaya Bimbingan Penyusunan Skripsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

D. Prosedur Pengajuan Penyusunan

  1. Administrasi Keuangan
    1. Mahasiswa  yang  telah  memenuhi    persyaratan  sebagaimana  dimaksud dalam huruf C angka 1, dapat mengambil slip pembayaran penyusunan skripsi di Sub Bagian Administrasi Umum dan Keuangan, dengan melampirkan KRS manual yang telah diisi mata kuliah Skripsi dan disetujui oleh Dosen Wali.
    2. Mahasiswa melakukan pembayaran di Sub Bagian Administrasi Umum dan Keuangan.
  2. Pengajuan Sidang Proposal
    1. Mahasiswa mengajukan Permohonan Sidang Proposal kepada Ketua Program Studi dengan melampirkan proposal skripsi dan transkrip nilai sementara. Penulisan proposal skripsi terdiri dari: nama, NIM, program studi, judul sementara, latar belakang masalah, focus dan perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, paradigma penelitian, kerangka teori/konsep/kajian pustaka, metodologi penelitian dan daftar pustaka.
    2. Setelah disetujui Ketua Program Studi, mahasiswa mengikuti sidang proposal, dan setelah dinyatakan lulus diperbolekan mengikuti bimbingan sekripsi.
    3. Tujuh hari kerja setelah persetujuan judul skripsi,  mahasiswa  mengambil Surat Penugasan Pembimbing Skripsi di Sekretaris Program Studi untuk kemudian diserahkan kepada dosen pembimbing.
  3. Sidang Proposal Skripsi
    1. Penguji sidang proposal skripsi adalah dosen program studi
    2. Mahasiswa yang akan mengikuti sidang proposal skripsi diharuskan untuk mendaftar di BAAK.
    3. Mahasiswa dan dosen yang mengikuti sidang proposal skripsi diwajibkan menggunakan pakaian formal.
    4. Dosen penguji sidang proposal diwajibkan untuk mengisi berita acara dan menentukan hasil dari sidang proposal

E. Bimbingan Skripsi

  1. Proses bimbingan dimulai sejak keluarnya SK dari program studi yang menetapkan dosen pembimbing (pembimbing kesatu dan pembimbing kedua).
  2. Penyusunan skripsi harus sesuai dengan Buku Panduan Penyusunan Skripsi yang berlaku di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Invada Cirebon.
  3. Mahasiswa dan dosen pembimbing membuat kesepakatan tentang jadwal bimbingan.
  4. Dosen pembimbing menandatangani format bimbingan setiap selesai  bimbingan. Format bimbingan berisi: Hari/Tanggal bimbingan, materi bimbingan, dan paraf dosen pembimbing (lampiran 1).
  5. Bimbingan dilaksanakan dalam bentuk tatap muka paling sedikit 8 (delapan kali) dalam jangka waktu paling lama 4 (empat) bulan yang mencakup:
    1. Pembahasan judul, latar belakang masalah, dan penyempurnaan BAB-1.
    2. Pembahasan kajian teoritik untuk BAB-2.
    3. Pembahasan metodologi penelitian untuk BAB-3.
    4. Pembahasan instrumen penelitian.
    5. Revisi instrumen hasil uji coba.
    6. Pembahasan analisis data dan pembahasan hasil penelitian untuk BAB-4.
    7. Pembahasan kesimpulan dan saran untuk BAB-5.
    8. Penyusunan naskah skripsi.
  6. Jika dalam jangka waktu 6 (enam) bulan mahasiswa belum dapat menyelesaikan skripsinya, maka harus dilakukan perpanjangan masa bimbingan skripsi (lihat ketentuan perpanjangan waktu penyusunan skripsi).
  7. Penunjukan pembimbing dinyatakan batal jika dalam jangka waktu 2 (dua) bulan setelah ditandatanganinya Surat  Penunjukan Pembimbing  Skripsi mahasiswa tidak melakukan konsultasi dengan Pembimbing.
  8. Terhadap Surat Penunjukan Pembimbing yang dinyatakan batal, harus dilakukan proses pengajuan judul baru.
  9. Proses  bimbingan  dinyatakan  selesai  dengan  ditandatanganinya  skripsi  oleh Pembimbing pada lembar persetujuan skripsi.

F. Perpanjangan Waktu Penyusunan Skripsi

  1. Persyaratan : Mahasiswa yang belum menyelesaikan skripsi dalam batas waktu yang telah ditentukan  yaitu  6  (enam)  bulan  sejak  tanggal  penunjukan  bimbingan  oleh Kaprodi, dapat memperpanjang waktu penyusunan skripsi dengan persyaratan:
    1. Telah  menyelesaikan  3  (tiga)  bab  dan  mendapat  persetujuan  Dosen Pembimbing.
    2. Telah melaksanakan   minimal 6 (enam) kali bimbingan (dibuktikan dengan bukti bimbingan skripsi).
    3. Menyelesaikan administrasi keuangan untuk membayar biaya perpanjangan penyusunan skripsi.
  2. Prosedur : Perpanjangan  waktu  penyusunan  skripsi  diberikan  kepada  mahasiswa  yang telah memenuhi persyaratan di atas dan telah mendapat persetujuan Pembimbing.
    1. Mahasiswa mengambil slip pembayaran perpanjangan waktu  penyusunan skripsi di Sub Bagian Administrasi Umum dan Keuangan, dengan menunjukkan bukti persetujuan perpanjangan skripsi.
    2. Mahasiswa melakukan pembayaran ke Sub Bagian Administrasi Umum.
    3. Mahasiswa menghubungi Sekretaris Prodi untuk mengambil Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyusunan Skripsi.
    4. Mahasiswa menghubungi Pembimbing dengan membawa Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyusunan Skripsi untuk meminta persetujuan perpanjangan waktu penyusunan skripsi dan melampirkan Bab 1 sampai dengan Bab 3 dari skripsi yang telah disusun.
    5. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyusunan Skripsi yang telah ditanda tangani oleh Pembimbing dikembalikan ke Sekretaris Prodi berikut Bukti Bimbingan.
    6. Mahasiswa   dapat   mengambil   surat   Persetujuan   Perpanjangan   Skripsi (Formulir  7)  pada  Sekretaris  Prodi dalam  waktu  3  (tiga)  hari  setelah penyerahan Permohonan Perpanjangan Waktu Penyusunan Skripsi.
    7. Waktu perpanjangan penyusunan skripsi adalah 6 (enam) bulan sejak perpanjangan masa penyusunan skripsi disetujui.
    8. Jika dalam jangka waktu tersebut mahasiswa belum menyelesaikan skripsi, wajib mengajukan judul baru.
    9. Apabila mahasiswa tidak melakukan konsultasi dengan Pembimbing selama 2 (dua) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyusunan Skripsi disetujui dan Pembimbing telah melaporkannya pada Ketua  Prodi  maka  Skripsi  tersebut  dinyatakan  batal  dan  mahasiswa tersebut wajib mengajukan  proses skripsi dari awal.

G. Perubahan Judul dan/atau Materi Skripsi

Mahasiswa yang menggunakan metode kuantitatif dan akan mengadakan perubahan Judul dan/atau Materi Skripsi harus mengikuti prosedur sebagai berikut:

  1. Apabila ada perubahan pada materi skripsi, mahasiswa harus mengikuti proses awal penyusunan skripsi.
  2. Mahasiswa menghubungi Ketua Program Studi untuk mengajukan Surat Permohonan Perubahan Judul/Materi Skripsi.
  3. Apabila perubahan Judul pada masa bimbingan, maka mahasiswa memohon persetujuan Pembimbing pada Surat Permohonan Perubahan Judul/Materi Skripsi
  4. Mahasiswa  menyerahkan  Surat  Permohonan  Perubahan  Judul/Materi  Skripsi yang  telah ditanda tangani Dosen Pembimbing kepada Ketua Program Studi
  5. Bagi   mahasiswa   yang   melakukan   perubahan   Judul   tanpa   persetujuan Ketua Program Studi, maka skripsi tersebut dinyatakan batal dan mahasiswa tersebut wajib mengikuti proses penyusunan skripsi dari awal.