“Lulusan Jurusan Sastra Mau Jadi Apa?” 9 Pekerjaan Bergaji Besar Ini Siap Menanti Kamu!

05-02-18 stiba 0 comment

“Lulusan Jurusan Sastra Mau Jadi Apa?”

Kira-kira begitulah pertanyaan yang sering kamu terima saat kamu jadi lulusan jurusan sastra. Kadang kamu menanggapi dengan santai. Tapi gak jarang kamu juga merasa panik. Diam-diam, ada sedikit rasa menyesal karena telah mengambil jurusan tersebut.

Namun, jangan khawatir! Lulusan sastra bukan berarti kamu harus selalu jadi sastrawan. Ada banyak ladang pekerjaan yang tersedia untukmu. Apa saja? Ini daftarnya!

1. Jabatan editor bahasa di sebuah kantor penerbitan atau media telah menantimu.

Kini dunia penerbitan tak lagi seperti dulu. Siapa pun berhak mengajukan tulisannya agar dibukukan. Dampaknya, sederet nama penulis baru menghiasi rak-rak toko buku. Buku yang dicetak penerbit menjadi lebih banyak dan bervariasi. Begitu pula dengan perkembangan media.

Kantor berita pun tersebar di mana-mana. Baik penerbit maupun media, keduanya membutuhkan editor bahasa. Mereka mematok syarat khusus untuk jabatan ini, yakni lulusan sastra. Peraturan ini dibuat mutlak. Itu berarti, kamu tak perlu khawatir. Sebab, pesaingmu sama-sama dari jurusan sastra. Peluang yang terbuka untukmu pun makin lebar.

2. Terbiasa membaca dan menulis menuntunmu menjadi seorang jurnalis.

Pekerjaan jurnalis memang tampak ‘seksi’. Banyak orang melirik pekerjaan itu. Namun, jangan khawatir dan rendah diri dulu. Pekerjaan yang seksi ini tak hanya milik lulusan jurnalistik, kok. Banyak jurnalis berlatar belakang sarjana sastra.

Sebab, jurnalis berhubungan dengan hal tulis-menulis, tak jauh dari kuliah mahasiswa sastra yang mengedepankan aspek bacaan dan penulisan. Lulusan sastra cukup peka terhadap gramatikal kalimat dan harmonisasi paragraf.

3. Kamu terbiasa membuat kalimat yang indah dan menarik. Ini membuat perusahaan advertising melirikmu jadi copywriter.

Kalimatmu yang menari-nari dan caramu mengungkapkan pikiran melalui tulisan membuat perusahaan advertising tertarik. Mereka pun tak segan-segan merekrutmu menjadi copywriter. Tugasmu adalah menulis naskah iklan untuk perusahaan, yang nanti akan disiarkan di berbagai media, baik media cetak, televisi, online, maupun radio. Soal menarik minat klien melalui naskah iklan, kamulah juaranya.

4. Bisnis startup makin meriah, peluangmu jadi content writer terbuka lebar.

Perkembangan startup makin menggila belakangan ini. Fenomena tersebut tak hanya menguntungkan lulusan ekonomi dan bisnis, tapi juga lulusan sastra. Kok bisa? Tiap-tiap perusahaan startup punya website. Lulusan sastralah yang bertugas mengisi website ini dengan tulisan-tulisan yang menarik.

Tugasnya memang tak jauh-jauh dari copywriter. Bedanya, menjadi web content writer berarti menulis untuk laman internal, bukan untuk media yang akan menyiarkan iklan perusahaannya. Yup, pekerjaannya cukup sederhana, tapi membutuhkan keahlian khusus. Lulusan sastra lah yang jago dalam hal ini.

5. Lembaga budaya bakal dengan senang menerimamu. Kamulah salah satu pekerja ideal buat mereka.

Bila tak ingin bekerja di bidang tulis-menulis atau mengulik-ulik kalimat, kamu bisa mencoba peruntungan melamar menjadi karyawan di sebuah lembaga budaya. Yakinlah, kamu adalah tipe pekerja yang mereka cari. Selain kemampuan bahasamu yang tak meragukan, pengetahuanmu soal budaya—baik budaya asing maupun nusantara—mampu bersaing.

Sebab, di kampusmu dulu, yang bernaung di fakultas ilmu budaya, kamu terbiasa mendapat studi tentang kebudayaan. Kamu juga biasa bertemu dan berkomunikasi dengan mahasiswa-mahasiswa asing. Jadi, apa kamu masih ragu untuk bergabung bersama lembaga budaya?

6. Bekerja di kantor kedutaan besar kini bukan lagi jadi mimpi untuk lulusan sastra.Peluang terbuka lebar.

Kesempatan bekerja di kedutaan besar bukan hanya jadi milik anak hubungan internasional. Kamu, lulusan sastra, juga bisa bekerja di kantor kedutaan besar. Asal menguasai bahasa asing, minimal dua atau tiga bahasa asing, lancar menggunakannya untuk berkomunikasi, dan punya pengetahuan politik luar negeri yang baik, kamu punya kesempatan emas bekerja di kantor kedutaan. Kuncinya, jangan malas menggali informasi dan tetap percaya diri.

7. Kamu bisa berkecimpung di media televisi atau production house misalnya menjadi asisten sutradara, bahkan jadi sutradara. Wow!

Proyek produksi untuk sebuah program tayangan televisi atau pembuatan film juga bukan hanya milik anak jurusan seni pertunjukan, lho. Banyak lulusan sastra yang berkecimpung di dunia kreatif pembuatan film dan karya-karya sejenisnya.

Soalnya, kamu terbiasa menggelar pertunjukan teater atau membuat film pendek di kampus. Cita-cita menjadi sineas pun sudah di depan mata.

8. Daerah terpencil membutuhkan uluran tanganmu. Bagilah cukup ilmu kepada mereka.

Berada di jalur humaniora membentuk pribadimu menjadi orang yang cukup dermawan. Kamu pasti tertarik dengan pekerjaan-pekerjaan sosial. Selagi muda, kepakan sayapmu hingga menjangkau daerah-daerah terpencil dan terluar di Indonesia. Banyak anak-anak di sana yang belum bisa membaca, bahkan berbahasa Indonesia.

Pengetahuanmu terhadap buku-buku bisa menjadi bekal mendongengi mereka, agar tertarik belajar membaca. Bagikan pula kemampuan bahasamu kepada mereka. Bayangkan, suatu hari anak-anak di daerah terpencil bisa bersekolah ke luar negeri berkat bekal pelajaran bahasa asing dari kamu. Indah, kan?

9. Ambil sekolah master, lalu kembalilah ke kampus dan menjadi dosen muda. Dijamin, kamu jadi kebanggaan orang-orang di sekelilingmu.

Tak ada yang menampik. Hampir semua orang tertarik menjadi dosen. Hanya, sejauh mana kita mengeluarkan effort untuk menggapai keinginan itu. Orangtua dan orang-orang di sekelilingmu juga pasti bangga kalau kamu jadi dosen. Mumpung masih muda, jangan malas untuk sekolah lagi. Carilah beasiswa yang kini banyak disediakan pemerintah, kemudian berjuanglah menjadi dosen.

Sekarang kamu tak lagi khawatir dengan jurusanmu!

Artikel Asli

 



Tinggalkan Balasan