Pelatihan MOOC (Massive Open Online Course) Seamolec – STIBA INVADA

07-09-18 stiba 0 comment

Cirebon – Pelatihan MOOC diselenggarakan Jurusan Sastra Inggris STIBA INVADA selama 2 (dua) hari, tanggal 3-4 September 2018. Jurusan Sastra Inggris menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan, Pemanfaatan, dan Pengembangan MOOC (Massive Open Online Course) oleh SEAMOLEC (Southeast of Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre) kepada para dosen dan mahasiswa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Koordinasi Penyusunan dan Pengembangan Program Kerja Sama SEAMOLEC – STIBA Invada 2018-2019. Baca Juga STIBA Invada Kian Mantap Tingkatkan Kualitas kampus berstandar Internasional setelah Lakukan MOU dengan SEAMOLEC.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya berasal dari dosen Jurusan Sastra Inggris, tetapi juga meliputi dosen-dosen Jurusan Sastra Jepang dan dosen dari STKIP Invada Cirebon. Selain itu, peserta mahasiswa yang mengikuti pelatihan MOOC oleh SEAMOLEC ini terbatas, yakni diwakili oleh beberapa mahasiswa dari masing-masing jurusan STIBA Invada dan STKIP Invada Cirebon.

SEAMOLEC ini merupakan mitra kerja STIBA Invada Cirebon yang telah memiliki hubungan kerja sama dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding) sejak tahun 2016. Bidang kerja sama yang dilakukan antara SEAMOLEC – STIBA Invada ialah terutama berfokus pada bidang pemberdayaan teknologi di pendidikan tinggi. STIBA Invada yang mengusung diri dengan penamaan Digital Campus, memiliki perhatian yang besar untuk meningkatkan kompetensi seluruh stakeholder supaya melek teknologi terbarukan.

Hadirnya isu Revolusi Industri 4.0, yang kemudian disikapi oleh pemerintah Indonesia dengan membuat peta jalan (road map) Making Indonesia 4.0, mendorong perguruan tinggi agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi sehingga mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Berbicara mengenai Revolusi Industri 4.0 tidak terlepas dari bahasan mengenai Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, human-machine interface, robotic dan segala hal mesin automasi yang menggantikan tugas manusia.

Tantangan dan persaingan yang dihadapi oleh sumber daya manusia di Indonesia semakin ketat apabila tidak mempersiapkan diri dengan keterampilan-keterampilan baru di era yang serba digital ini. Informasi begitu cepat diperbarui diikuti dengan penemuan-penemuan teknologi yang hadir silih berganti menggantikan teknologi lama dalam waktu sebentar saja. Melihat situasi sebagaimana digambarkan tersebut, tentunya pendidikan tinggi harus hadir untuk memberikan solusi baru.

Jurusan Sastra Inggris STIBA Invada mampu melihat arah perkembangan di era Revolusi Industri 4.0 ini dengan mencanangkan desain pembelajaran menuju pembelajaran campuran dengan mengintegrasikan teknologi atau biasa disebut blended learning. Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi sendiri sudah jauh-jauh hari merilis program yang berkenaan dengan pembelajaran daring (online). Ketua Jurusan Sastra Inggris STIBA Invada, Ibu Karin Sari Saputra, S.Pd., M.Hum., menjelaskan bahwa untuk mengimplementasikan blended learning terutama di Jurusan Sastra Inggris telah menjadi program dengan prioritas khusus. Salah satunya diwujudkan dengan mengadakan kelas mata kuliah ICT in English Language sebagai persiapan menyosialisasikan pembelajaran berintegrasi teknologi ini.

Tidak mudah merealisasikan pembelajaran yang terbiasa dengan pembelajaran tatap muka menuju ke pembelajaran daring. Oleh karena itu, Jurusan Sastra Inggris berupaya menjalin kontak dengan SEAMOLEC untuk dilakukan pelatihan MOOC (Massive Open Online Course). Pada Pelatihan MOOC ini, SEAMOLEC sangat berperan besar memberikan materi persiapan sebelum langsung memulai pembelajaran daring. Tim SEAMOLEC yang terdiri atas Bapak Victor Labotano, Bapak Yoanda Adana, dan Bapak Ali Imron memberikan materi pembekalan keterampilan dengan menggunakan Screencast-O-Matic, VideoScribe dan Zoom. Ketiga materi tersebut diperlukan untuk memulai membuat konten pada pembelajaran daring. Serangkaian acara kegiatan bersama SEAMOLEC ini diikuti juga dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara SEAMOLEC dan STIBA Invada Cirebon, yaitu oleh Direktur SEAMOLEC Bapak Abi Sujak, M.Sc. dan Ketua STIBA Invada, Bapak Mahfud, Drs., M.Si., M.Kom., yang isinya menitikberatkan pada pengadaan program pengembangan pendidikan yang terintegrasi teknologi dengan sistem daring.

Hasil yang dicapai dari kegiatan Pelatihan MOOC ini telah dirasakan langsung oleh para peserta yang ikut berpartisipasi sebagaimana dikatakan Bapak Lili Sururi Asipi, S.Pd. I., M.Pd. selaku Sekretaris Jurusan Sastra Inggris STIBA Invada, “Pelatihan yang super dahsyat dan sangat bermanfaat khususnya buat saya sebagai dosen sehingga saya dapat mengaplikasikan pembelajaran berbasis teknologi IT dengan mudah kepada mahasiswa dan proses pembelajaran di kelas lebih interaktif menggunakan aplikasi VideoScribe dan Screencast-O-Matic yang telah diberikan pada pelatihan ini. Terima Kasih SEAMOLEC dan Prodi Sasing STIBA Invada Cirebon.” Komentar lain ditambahkan oleh Ibu Riska Kusumawati, M.Hum. salah satu dosen Sastra Inggris yang berkata, “Menurut saya sangat bermanfaat sekali, mengingat teknologi sekarang berkembang sangat pesat. Membuat kita harus mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Setelah mengikuti pelatihan bisa menjadi acuan untuk mengajar dengan menggunakan teknologi. Jadi mengajar tidak hanya ceramah dan diskusi saja.”

Kami menyadari bahwa implementasi pembelajaran daring harus siap menghadapi kendala seperti ketersediaan koneksi jaringan Internet. Kendala lain yang mungkin muncul ialah terkait perlengkapan alat komputer yang mendukung pembelajaran daring. Hakikatnya, kami dari Jurusan Sastra Inggris STIBA Invada menilai bahwa yang menjadi prioritas adalah dimilikinya keterampilan penguasaan teknologi terbarukan untuk melakukan pembelajaran daring. Terkait kendala teknis yang ditemui dapat diatasi dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan di masa mendatang. (KS)



Leave a reply