Mahasiswa STIBA INVADA Lolos Seleksi Pogram Kampus Merdeka “Studi Independen”

Cerita Agung Prabowo, Mahasiswa Sastra Jepang yang Lolos Seleksi Program Kampus Merdeka “Studi Independen”

Cirebon –  Memasuki semester 7, mahasiswa/i STIBA INVADA diwajibkan untuk melakukan magang atau internship. Pada kegiatan magang atau internship tahun ini, STIBA INVADA bekerjasama dengan Kemdikbud melalui program Kampus Merdeka. Dari ke delapan program Kampus Merdeka, STIBA INVADA menyarankan kepada mahasiswa untuk mengikuti program magang dan Studi Independen.

Ribuan mahasiswa/i dari seluruh Indonesia berlomba-lomba untuk daftar program Kampus Merdeka. Satu dari sekian banyak mahasiswa/i yang berjuang untuk lolos seleksi program ini adalah Agung Prabowo, yaitu mahasiswa sastra Jepang yang berhasil lolos seleksi program Studi Independen (SI).

Mengenal Kampus Merdeka

Kampus Merdeka adalah sebuah program persiapan karier yang komprehensif guna mempersiapkan generasi terbaik Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan melakukan praktek langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan.

Kampus Merdeka memiliki delapan program yaitu Indonesian International Student Mobility Awards, Kampus Mengajar, Kementerian ESDM – GERILYA, Magang, Membangun Desa (KKN Tematik), Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Proyek Kemanusiaan, Riset atau Penelitian, Studi Independen, dan Wirausaha.

Dari ke delapan program tersebut, STIBA INVADA menyarankan mahasiswa/i untuk mengikuti program Magang dan Studi Independen. Program Magang ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja di industry/dunia profesi nyata selama 1-2 semester. Sedangkan, Studi Independen diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin memperlengkapi dirinya dengan menguasai kompetensi spesifik dan praktis yang juga dicari oleh dunia usaha/dunia industri.

Cerita Inspiratif Agung Prabowo Memilih Sekolah Ekspor “Studi Independen”

Agung Prabowo adalah mahasiswa semester 7 Program Studi Sastra Jepang, kelas karyawan. Kegiatan sehari-harinya, selain menjalani perkuliahan secara online, Agung juga menjalani sebuah usaha di bidang pabrikasi logam dan aktif mengikuti kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Cirebon.

Di tengah padatnya kegiatan sehari-hari, tidak melunturkan mimpi Agung untuk tetap berkuliah sampai mendapatkan gelar sarjana. Terbukti saat ini, ia berhasil lolos seleksi program Studi Independen, di Yayasan Sekolah Ekspor Nasional Jakarta “Menjadi Exportir Baru 4.0”.

Agung menceritakan ketertarikannya untuk mempelajari ilmu baru yang di luar dari disiplin ilmu yang sedang ia pelajari saat ini. Selain itu, sebelumnya Agung juga pernah mengikuti seminar ekspor. Hal ini juga yang menjadi alasan Agung memilih Studi Independen, Sekolah Ekspor.

“Awalnya kan disuruh magang ya dari kampus nya, namun saya juga kan cari opsi lain ternyata Studi Independen, saya baca-baca ternyata menarik juga nih belajar ilmu baru yang hampir agak beda dari prodi yang saya jalani. Jadi saya daftar kedua-duanya dan yang pertama kali menerima saya itu Studi Independen, sekolah ekspor. “ ucap Agung.

Bersama dengan ratusan peserta lainnya yang diterima di Sekolah Ekspor Nasional Jakarta, Agung mengikuti rangkaian kegiatan di sekolah ekspor secara online. Program ini berlangsung selama kurang lebih 5 bulan, terhitung dari tanggal 16 Agustus 2021 – 16 Januari 2022.

Rangkaian Kegiatan di Sekolah Ekspor

Pada pelaksanaan awal akan membahas mengenai ekspor dan komoditas ekspor apa saja yang dapat peserta pilih sesuai dengan passion mereka masing-masing. Dengan kata lain, para peserta diharuskan untuk memilih produk yang akan dipresentasikan. Baik produk buatan sendiri, maupun buatan orang lain.

“Sebenernya boleh produk orang lain (yang) kita jual, tapi harapannya dari sekolah ekspor itu produk kita sendiri, buatan kita sendiri, nanti dibiayain kok sama kemendikbud.” jelas Agung.

Sampai dengan saat ini, Agung masih belum memilih produk apa yang akan dipresentasikan nanti. Alih-alih tidak punya produk, Agung justru benar-benar memikirkan produk apa yang paling potensial yang akan ia pilih. Selain itu, projek ini juga dilakukan secara berkelompok. Maka masih perlu diskusi dengan anggota kelompok lainnya untuk menentukan produk apa yang akan mereka pilih.

“Saya juga masih bingung sebenernya, craft juga saya punya usahanya di bidang pabrikasi logam. Craft itu kerajinan, bisa rotan, anyaman, kerajinan lah pokoknya, furniture juga termasuk. Lalu, olahan pangan, temen-temen saya banyak UMKM olahan pangan. Yang ketiga pertanian, sebenernya passion saya itu agak ke pertanian khususnya di budidaya maggot (larva lalat BSF). Tapi mana yang paling potensial itu saja yang saya pilih. “ jelas Agung.

Walaupun sampai dengan saat ini kegiatan di sekolah ekspor masih secara online. Namun, Agung menjelaskan jika produk terpilih, maka akan dipanggil ke Jakarta atau Tangerang untuk mengikuti pameran dari dalam negeri sampai luar negeri.

Harapan Agung Prabowo

Banyak hal yang bisa Agung dapatkan dengan mengikuti program Studi Independen di sekolah ekspor ini. Selain ilmu baru mengenai dunia ekspor, sertifikat, dan uang saku, Agung menyampaikan dengan mengikuti program ini ia juga mendapatkan banyak relasi yang sangat penting untuk kesuksesan di masa depan.

“Dapat sertifikat juga pastinya, uang saku sebagai penggantinya, lalu kalau misalkan kita berprestasi sebagai contoh di sekolah ekspor, produk kita terpilih kita akan mengikuti pameran dan akan mendapatkan tambahan sertifikat lagi. Selain itu kita dapat relasi ke berbagai perusahaan dan orang-orang penting lainnya untuk kesuksesan kita nanti setelah lulus kuliah dari sini.” jelas Agung.

Dengan mendapatkan banyak relasi, Agung merasa lebih dekat dengan impiannya. Memilih sekolah ekspor tentu bukan tanpa alasan. Bukan hanya asal pilih, tapi karena ada tujuan semoga membawa dampak ke UMKM yang sedang ia ikuti. Ia juga menyampaikan harapannya ke depan setelah mengikuti sekolah ekspor ini.

“Saya ingin ekspor . Ekspor produk-produk asli indonesia ke luar negeri. Selama ini kan kita banyak impor ya, barang-barang dari negara lain dari cina khususnya. Indonesia kan katanya negara kaya gitu, tapi kok kenapa (kesejahteraan) rakyatnya masih kurang gitu. Jadi, saya mau jual gak hanya di negara sendiri saja tapi di negara luar.” ucap Agung dengan bersemangat.

Terakhir, Agung juga memberi semangat kepada mahasiswa lain untuk optimis menjalani perkuliahan meskipun sambil bekerja. Baginya, menjalani perkuliahan sambil bekerja sangat mungkin dilakukan, asal ada niat dan motivasi untuk menjalaninya.

Penasaran bagaimana persiapan dari Agung Prabowo untuk mengikuti kegiatan di Yayasan Sekolah Ekspor Nasional Jakarta “Menjadi Exportir Baru 4.0”? Yuk cek di video berikut ini.