Pendampingan Pelatihan Implementasi Model Pembelajaran Daring

STIBA INVADA Bekerjasama dengan SEAMOLEC Gelar Pelatihan Implementasi Model Pembelajaran Daring

Cirebon – STIBA INVADA bekerjasama dengan SEAMOLEC menggelar Pendampingan Pelatihan Implementasi Model Pembelajaran Daring. Pelaksanaan kegiatan selama tiga hari, dari tanggal 5 – 7 Oktober 2021. SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) adalah salah satu organisasi yang berada di bawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang berfokus pada bidang Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ).

Peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan dosen-dosen dari Yayasan INVADA (STIBA INVADA dan STKIP INVADA) sebanyak 9 orang. Dengan rincian, dosen STIBA INVADA sebanyak 4 orang, yaitu Citra Dewi, M.Pd., Nunik Nur Rahmi F., S.Pd., M.Hum., Cecep Agus, M.Hum., dan Utami Rosalina, M.Pd. Sementara dosen STKIP INVADA sebanyak 5 orang, yaitu Diah Apriyanti, S.Kom., M.Pd., Siti Sahronih, M.Pd., Dwi Nopiyadi S.S., M.Pd., dan Mochamad Guntur, M.Pd.

Pemateri dalam pelatihan ini adalah Aggry Tiharapitra yaitu staf divisi training dan Dona Octanary yaitu staf divisi riset dan pengembangan di SEAMOLEC. Dalam penuturannya, Aggry menjelaskan bahwa kerjasama yang sudah berlangsung antara SEAMOLEC dengan STIKIP dan STIBA INVADA bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam mengembangkan bahan ajar.

“Jadi pelatihan-pelatihan yang nantinya bisa memfasilitasi dosen-dosen yang ada di STKIP (dan STIBA) untuk mengembangkan bahan ajar digitalnya dalam rangka proses pembelajaran daring.” ucap Aggry.

Dalam pelatihan ini, pemateri menyampaikan sejumlah materi yang berkaitan dengan penyusunan rancangan pembelajaran daring (Learning Management System/LMS). Dua media yang pemateri kenalkan dalam pelatihan ini adalah aplikasi berbasis presentasi yaitu Canva dan aplikasi membuat video yaitu Prezi.

“Dosen bisa mengembangkan presentasinya menggunakan aplikasi Canva tersebut ya itu cukup mudah dan aplikatif aplikasinya. Kemudian kita juga berikan bagaimana dosen menyusun modul secara elektronik menggunakan aplikasi canva juga. Sehingga dosen tidak bingung lagi, kalau sudah mengikuti pelatihan ini. Nanti ke depannya kalau mau mengajar secara daring aplikasi apa sih yang dibutuhkan? Apa saja media-media yang harus dibuat? Itu ya sudah punya referensinya.” jelas Aggry.

Selain itu, para dosen juga dibekali materi untuk membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi Prezy Video.

“Kebanyakan dosen di sini masih pake google classroom. Nah gimana mengisi konten di google classroom itu dengan video-video yang dosennya buat, itu kita berikan Prezi Video.” tambah Aggry.

KESAN PARA DOSEN

Para peserta begitu antusias dalam kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini. Seperti salah satu peserta dalam pelatihan ini yaitu Utami Rosalina, M.Pd. sebagai dosen program studi Sastra Inggris, bisa merasakan manfaat dari pelatihan ini terhadap proses pembelajaran.

“Terutama mungkin kalau bahasa ya, kalau misalnya kita monoton kan akan sangat membosankan. Sedangkan kalau menggunakan media canva atau prezy bisa lebih bervariasi.” jelas Utami.

Peserta lainnya juga merasakan hal yang sama seperti Cecep Agus, M.Hum. sebagai dosen prodi Sastra Inggris. Dalam penuturannya, Cecep sangat termotivasi dengan adanya pelatihan ini.

“Pelatihan yang saya peroleh itu sangat bermanfaat. Khususnya untuk memotivasi dan meningkatkan kemampuan para dosen. Terutama ketika menyiapkan dan mempresentasikan memberikan materi pengajaran secara daring kepada mahasiswa.” jelas Cecep.

HARAPAN

Dalam sesi wawancara, Aggry berharap para peserta bisa mengembangkan materi bahan ajar modul menggunakan Canva dan Prezy.

“Harapannya di awal pelatihan ini, guru-guru bisa mengembangkan dulu materi bahan ajar modul menggunakan canva, bisa mengembangkan bahan ajar video menggunakan prezy dan bisa nanti mengimplementasikannya ke LSMnya masing-masing. Kebetulan di INVADA belum sampai LSM sendiri ya, nanti ke depannya kita bisa kembangkan masing-masing dengan SEAMOLEC.” harap Aggry.