Mahasiswa PKL dan KKN di Luar Negeri | Tingkatkan Kualiatas dan Mutu SDM

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Invada Cirebon, akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Negara-negara di dunia tahun 2020 mendatang. Program ini merupakan kerjasama STIBA INVADA dengan dejavato, Organisasi yang bergerak di bidang sosial budaya dan pendidikan. Fokus utama kegiatan kami adalah internasional volunteer exchange. Salah satu implememtasimya adalah mendatangkan volunteer untuk program studi bahasa Inggris.

Program tersebut pertama dilakukan bagi kampus se-wilayah 3 Cirebon, dan kedua setelah salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Bandung, Jawa Barat. Wakil Ketua I Bidang Akademik STIBA Invada Cirebon, Yanti Hidayati SPd MHum menyampaikan, program KKN dan PKL di luar negeri adalah salah satu upaya kampus meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu lulusan.

“Mereka yang mengikuti adalah mahasiswa dari Prodi Sastra Inggris dan Sastra Jepan ” kata Yanti

Dikatakan, hingga saat ini proses menuju program tersebut tengah dipersiapkan dan di sempurnakan. Salah satu tahap yang sedang dilalui adalah tukar menukar nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (Mou) dengan lembaga yang terlibat.

“Baik lembaga pemerintahan atau non pemerintahan di negara-negara dunia yang diakui dan dibawah naungan Unesco. Dari program ini akan di konfersi kedalam mata kuliah yang ada dan sudah ditetapkan dalam kurikulum. Sebetulnya ini banyak menguntungkan mahasiswa, selain dapat memberikan pengalaman juga dapat meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing” pungkasnya.

Masih menurut Yanti, 2 minggu KKN di luar negeri setara dengan satu bulan melaksanakan KKN atau PKL di Indonesia. “Kemudian 1 bulan PKL di luar negeri, setara dengan 2 bulan di Indonesia,” cakapnya.

Selain bagi mahasiswa, lanjut Yanti, disediakan program nyaris serupa bagi Dosen. Yakni pengabdian dosen kepada masyarakat. “Ada wacana kedepan untuk dosen melakukan pengabdian di luar negeri, yaitu untuk mengajar dan bukan magang,” imbuh Yanti.

Sosialisasi program KKN dan PKL di luar negeri, dilakukan kepada Mahasiswa pada Selasa, 19 November 2019 . Seluruh mahasiswa terlibat dan wajib mengikuti sosialisasinya. Sementara itu, Ketua STIBA Invada Cirebon Dr Mahfud MSi MKom mengatakan, mahasiswa diberikan kebebasan Negara mana yang akan dipilih nantinya.

“Melalui program ini diharapkan akan memberikan wawasan bagi mahasiswa itu sendiri. Wawasan mengenai dunia luar yang sesungguhnya. Kemudian mereka dapat membangun jaringan dan komunikasi antar Negara dan bisa mengenal tentang budaya, adat istiadat di negara yang mereka tempati,” tuturnya.

Mereka yang telah mengikuti program tersebut, akan mendapatkan sertifikat yang dikelurkan lembaga luar negeri tempat mahasiswa melaksanakan KKN/PKL. Sertifikat tersebut tentu sangat berharga. Selain membuktikan pengalaman, perusahaan lokal dan khususnya perusahaan luar negeri, akan lebih menghargai jika mahasiswa ingin melamar pekerjaan.

Mahasiswa yang ingin mengikuti program ini, terlebih dahulu akan melalui tahap seleksi. Paling utama ditekankan adalah pengusaan bahasa asing. Kemudian tes psikologi, mental, dan ujian pendukung lainnya.

“Sebelum-sebelumnya STIBA juga pernah melakukan kerjasama dengan luar negeri, jadi bukan kali pertama. Magang ke Jepang kita sudah 3 instansi. Kemudian dengan Korea Selatan kita juga sudah kerjasama untuk pertukaran pelajar. Sekarang kerjasama KKN dan PKL dan cakupan negaranya lebih luas,” tambahnya.