Pengenalan budaya Jepang di SMK Al-Huda Kedungwungu Anjatan | Yukata

Yukata merupakan pakaian tradisional Jepang yang dipakai pada saat santai di musim panas misalnya sewaktu melihat pesta kembang api, matsuri (ennichi), atau menari pada perayaan obon. Yukata juga menjadi salah satu pakaian khas jepang yang populer dikalangan pecinta bahasa Jepang.

Senin, 09 September SMK AL-huda Kedungwungu Anjatan mendapatkan kunjungan dari Prodi sastra Jepang STIBA INVADA dalam rangka pengenalan budaya Jepang Yukata. Sebelumnya juga telah dilakukan kunjungan ke SMAN 1 Cirebon untuk pengenalan budaya Shodou. Tentunya menjadi hal yang sangat menarik bagi siswa siswi SMK AL-Huda Anjatan yang dapat mempelajari budaya jepang langsung oleh Native.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X, XI dan XII. Pada awal kegiatan, rombongan disambut dengan pengalungan 2 selendang batik yang menjadi ciri khas budaya Indonesia. Sanuki Yurina dan Yamashita Anna  Sensei selaku Guru Native yang berasal dari Jepang sangat senang ketika siswa siswi SMK Al-Huda Anjatan bersama sama menyanyikan lagu bahasa Jepang yang berjudul blue bird untuk menyambut kedatangan mereka, dilanjutkan dengan perkenalan dalam bahasa Jepang satu persatu.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan budaya jepang Yukata oleh Sanuki Yurina yang diterjemahkan oleh mahasiswa STIBA INVADA tingkat III Dion vilcy Setiabudi. Yurina sensei bukan saja memperkenalkan tentang apa itu Yukata, tetapi juga memperkenalkan bagaimana cara menggunakannya dan dipakai untuk apa saja. Praktek pemakaian Yukata dipandu oleh Yamashita Anna yang didampingi oleh Riza Mawarni. Siswa siswi SMK Al-Huda diberi kesempatan untuk mencoba Yukata satu persatu. Siswa siswi terlihat sangat antusias bergantian mengenakan pakaian khas negeri sakura tersebut.

Kegiatan ini diapresiasi oleh kepala sekolah SMK Al-Huda Anjatan. Beliau berharap kegiatan ini bukan hanya dilakukan saat ini saja tetapi akan ada kegiatan kegiatan lain semacam ini agar dapat memberi motivasi siswa siswi dalam mempelajari bahasa Jepang.

“Saya berharap kegiatan pengenalan budaya seperti ini bisa sering diadakan, sehingga anak anak bisa banyak belajar bahasa Jepang dan budaya Jepang”, ujar beliau saat membuka acara

Sebagai sekolah tinggi ilmu bahasa asing satu satunya diwilayah III Cirebon, STIBA INVADA akan terus berupaya menjadi fasilitator bagi pembelajar bahasa Jepang baik siswa siswi mulai dari j enjang SMP, SMA, SMK dan MAN juga bagi sensei sensei yang mengajar bahasa Jepang di wilayah III Cirebon. Tidak dapat dipungkiri, bahasa Jepang merupakan bahasa yang wajib dikuasai selain Bahasa Inggris dan mandari pada era perdagangan bebas saat ini. (int)