Dua Mahasiswa Jepang Bakal Jadi Asisten Dosen

11-05-18 stiba 0 comment

STIBA Invada kembali kedatangan Native Speaker dari Ashinaga. Kali ini dua Mahasiswa Jepang yaitu Katone Satou dan Shunppei Daikoku yang akan menjadi Asisten Dosen selama kurang lebih satu tahun.

Ada yang berbeda dari suasana kampus STIBA INvada pada kamis (3/5) lalu. Mahasiswa Sastra Jepang yan terdiri dari tingkat 1 sampai 4, antusias menggear welcome party  atau penyambutan dua orang native speaker dari Ashinaga Ikuekai, yakni Katone Satou dan Shunppei Daikoku. Kehadiran dua orang native speaker tersebut merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, dimana Shinya Nakamura dan Marino Nakata lebih dahulu mejadi Native Speaker STIBA Invda selama sepuluh bulan.

Dua orang tersebut akan membantu akan membantu Prdi Sastra Jepang sebagai asisten dosen pada mata kuliah kaiwa atau percakapan, sakubun atau menulis dan membantu kegiatan pembinaan benkyoukai atau kelompok belajar persiapan NNS (Nihongo Noryouku Shiken). Selain itu, mereka juga membantu membina kelompok atau klub Bahasa Jepang di sekolah – sekolah binaan STIBA Invada.

Native Speaker

Puket 1 Bidang Akademik Drs. Dedi Setiadi, M.Pd mengungkapkan bahwa ini merupakan kedua kalinya STIBA Invada kedatangan Native Speaker dari Ashinaga Ikueikai. Hal tersebut  menjadi kebanggan tersendiri karena hal itu menunjukan STIBA Invada mendapat kepercayaan dari instansi atau lembaga yang ada di Jepang.

“Selama disini mereka akan melakukan berbagai kegiatan meneruskan program dari Native Speaker sebelumnya  dan kegiatan – kegiatan lainnya yang belum dilaksanakan “, ujarnya

Disisi lain kehadiran dua orang mahasiswa dari Jepang tersebut sekaligus dapat memotivasi mahasiswa untuk bisa magang ke Jepang. Tidak sekedar untuk bekerja, tetapi juga mengenal budaya lebih dalam. “Semoga dengan adanya mereka bisa mendorong motivasi mahasiswa untuk bisa magang ke Jepang. Mahasiswa kami pun dapt belajar pengucapan bahasa Jepang, langsung dengan orang Jepang,” paparnya

Ketua Prodi Sastra Jepang STIBA Invada Yanti Hidayati, S.Pd., M.Hum menambahkan, kedepan diharapkan semakin banyak lembaga-lembaga lainnya untuk bekerjasama, sehingga banyak Native Speaker  yang akan bertugas di STIBA Invada. “Kami akan melanjutkan program yang sudah berjalan dan ada kegiatan-kegiatan baru seperti kegiatan Summer Camp dan kegiatan pertukaran pelajar yang rencananya akan direalisasikan pada tahun ini.” uangkapnya

Sementara itu, Katone Satou mengungkapkan menjadi Native Speaker di STIBA Invada merupakan pengalaman yang berkesan. Setiap harinya selalu ada pengalaman baru. “Motivas teman – teman mahasiswa  dalam belajar bahasa Jepang sangat tinggi. Saya senang dengan tinggi nya animo mereka. Dengan begitu, saya pun ingin sumgguh-sungguh mengajarkan bahasa Jepang kepada teman-teman,”, tuturnya



Tinggalkan Balasan