Delapan Mahasiswa Lolos Magang Ke Jepang

8 mahasiswa lolos magang ke jepang

Melalui kerjasama dengan KOWA Corporation, Sebanyak delapan orang mahasiswa STIBA Invada Lolos Magang ke Jepang setelah melalui beberapa tes seleksi mulai dari pemberkasan sampai wawancara pada Juli 2019 hingga Juni 2020.

”Kemampuan bahasa mereka (mahasiswa) tidak diragukan lagi, yang ikut Magang Ke Jepang adalah mahasiswa yang terbaik. Rata-rata yang ikut sudah sering menemani volunteer. Mereka memiliki kemauan belajar, beretemu dengan sistem di STIBA Invada jadi termudahkan,” papar Pengajar Budaya Jepang, Andi Abd Khaliq.

Sekertaris Program Studi Sastra Jepang, Aulia Arifbillah Anwar menambahkan, seiring dengan industri perhotelan yang terus berkembang, diharapkan kerjasama dengan KOWA Corporation akan berkesinambungan. Hal tersebut dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengenal budaya Jepang melalui program Magang Ke Jepang

” Kami sangat senang sekali, dengan ini diharapkan semua mahasiswa bisa berkesempatan berangkat ke Jepang. Tidak hanya belajar bahasa dan budaya dari buku, tetapi ketika pulang dari jepang mereka sudah secara mpiris berbicara tentang Jepang,” tuturnya.

Perwakilan Kowa Corporation Taniguchi Masayuki melalui penerjemahnya, Devi Setyowati menjelaskan bahwa dengan kriteria mahasiswa yang Lolos Magang ke Jepang adalah yang mempunyai keinginan kuat meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, mempelajari gaya berbisnis, dan pola pikir orang Jepang untuk mewujudkan cita-cita mereka di masa yang akan datang.

Menurutnya, dari hasil tes wawancara pada Senin, 21 Januari 2019 yang merupakan seleksi oleh Vessel Hotel Development Co. Ltd. Jepang, kompetensi mahasiswa STIBA Invada yang Lolos Magang ke Jepang pada dasarnya sudah mempunyai pondasi yang dapat dikembangkan nanti saat di Jepang. Selain dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang, mereka juga memiliki minat terhadap budaya Jepang. Namun, mereka juga harus meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang sebelum berangkat maupun saat menjalani program nanti.

“Dikarenakan, dengan dinyatakan lolos seleksi bukan berarti cita-cita mereka sudah dicapai. Namun, akan menjadi awal perjalanan mereka dalam mewujudkan cita-cita,” ungkapnya.

Program Magang Ke Jepang rencananya dilaksanakan sekitar musim panas 2019. Pasalnya, hotel yang menjadi tujuan program masih dalam pembangunan dan rencana opening pada bulan Mei. Sedangkan untuk penempatan, terdapat kuota 16 orang mahasiswa dari seleksi di empat kampus di Indonesia yang akan ditempatkan di Susukino, Hokkaido. Namun, melihat antusiasme para mahasiswa ada kemungkinan hasil seleksi melebihi kuota.

Untuk itu, akan dipertimbangkan juga untuk di tempatkan di daerah Kyuushuu atas dasar kesepakatan bersama. “Harapan ke depannya kerjasama antara kowa corporation dengan STIBA Invada bisa berkelanjutan supaya para mahasiswa bisa menimba ilmu dan pengalaman sebanyak2nya,” ungkapnya.

Sementara itu, Maulana Syifa, mahasiswa semester 5 STIBA Invada yang lolos seleksi mengungkapkan, tes wawancara tatap muka langsung dengan orang Jepang merupakan pengalaman pertama. Berbeda dari tes wawancara sebelumnya yang melalui video call, wawancara langsung menjadi tantangan tersendiri. ”Ini menentukan banget, pengalaman pertama jadi lebih gugup. Ke luar negeri selama satu tahun (magang) rasanya kayak apa, itu jadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.

Senada dengan Maulana, Zulfaidah yang juga semester 5 merasa senang seleksinya bisa berjalan dengan lancar. ”Ketika Wawancara saya sudah gugup karena kami langsung berkomunikasi dengan orang Jepangnya. Awalnya deg degan takut ga bisa jawab pertanyaan tapi akhirnya Seneng banget akhirnya lolos,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *