Kenalkan Mahasiswa dengan Industri Pariwisata

12-07-18 stiba 0 comment

 

Ditengah gencarnya pemerintah mempromosikan pariwisata di Indonesia, wisatawan Jepang yang memiliki minat yang cukup tinggi terhadap wisata di Tanah Air. Hal itu mendorong kebutuhan mereka yang memiliki skill bahasa Jepang. Melihat potensi tersebut, STIBA Invada mengundang praktisi industri pariwisata dalam kegiatan kualiah umum, Sabtu (7/7).  Sebelumnya juga pernah mengadakan kegiatan dengan mahasiswa yang mengusung tema Peran Bahasa Jepang dalam Mensukseskan Pariwisata di Era MEA. Kali ini, tema kuliah umum yang diangkat adalah Job Desk dalam Perusahan Pariwisata Jepang. Ketua Prodi Sastra Jepang STIBA Invada Yanti Hidayati S.Pd.,M.Hum, menjelaskan bahwa industri pariwisata sangat potensial. Hal itu seiring dengan target pemerintah mengenai kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Diantara wisatawan asing yang datang ada wistawan Jepang. Oleh karena itu, STIBA Invada khususnya prodi Sastra Jepang ingin turut berkontribusi. Untuk itu, kegiatan kuliah umum tersebut wajib diikuti seluruh mahasiswa tingkat 1-4. Kegiatan tersebut berguna untuk memberikan wawasan mengenai dunia kerja khususnya di industri pariwisata sekaligus syarat untuk dapat ikut mengikuti siding skripsi.

”Kami mengambil pemateri dari praktisi, diharapkan melalui kegiatan ini anak-anak memiliki bekal. Bisa mengetahui ilmu dari orang yang ahlinya langsung, karena pembicaranya pun praktisi,” ujarnya. Sementara itu, Gunawan selaku pembicara yang berprofesi sebagai travel consultant salah satu perusahaan besar di Jepang menjelaskan, dalam kuliah umum tersebut membeberkan mengenai hal-hal yang bisa dilakukan oleh lulusan Sastra Jepang. Salah satunya adalah di industri pariwisata. Hal-hal yang perlu dipersiapkan sejak masih kuliah hingga job desk yang dikerjakan.

”Lebih banyak share, karena saya juga sebagai alumni STIBA Invada. Share pengalaman waktu di kampus dan lulusnya bagaimana. Kemudian ketika bekerja sebagai travel consultant seperti apa. Saya harap bisa memotivasi untuk lebih giat belajar dalam mempersiapkan ke dunia kerja,” paparnya.

Alumni STIBA Invada angkatan 2006 tersebut menambahkan terdapat peluang besar bagi lulusan Sastra Jepang untuk masuk ke dunia pariwisata. Sebab, diantara banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, ada wisatawan dari Jepang. ”Pesannya mumpung masih bisa belajar, belajar yang banyak karena ketika sudah lulus fokusnya sudah bukan belajar lagi, bisa jadi belajar menjadi nomor dua atau nomor tiga. Jadi, selama masih ada kesempatan untuk belajar, belajar yang baik untuk mempersiapkan dunia kerja,” tuturnya

 



Leave a reply