Magang ke Jepang, Mahasiswa Belajar Bahasa dan Budaya Kerja

Magang ke Jepang, mahasiswa STIBA Invada belajar bahasa dan budaya kerja pada musim dingin periode 24 Desember hingga 4 April 2018. Lina Siti Munawaroh, Rachmadini Shendy, Putri Kusumasari, dan Arif Rahman Hakim magang di gala Yuzawa Snow Resort, Niigata, Jepang. Program tersebut hasil kerjasama antara prodi Bahasa Jepang STIBA Invada Cirebon dengan RNC (Recruiting Notes Communication). RNC merupakan sebuah lembaga yang mempersiapkan dan mengelola SDM dengan pusat kantor di Tokyo.

proses empat mahasiswa tingkat tiga tersebut untuk magang di Jepang bisa dibilang tidak mudah. Selain mengajukan berbagai macam persyaratan administrasi, mereka juga harus wawancara melalui skype dengan pemilik perusahaan yang ada di Jepang tersebut.  Sehingga hasilnya terpilih  lima orang (satu mahasiswa tidak jadi berangkat karena visa tidak di-approved).

magang ke jepang

Banyak pengalaman yang mereka dapat selama lebih dari 3 bulan di Jepang. Mulai dari mengasah kemampuan penggunaan Bahasa jepang, mengenal budaya, hingga mengetahui etos kerja masyarakat Jepang, Pada kesgiatan magang tersebut mereka ditempatkan di bagian yang berbeda, diantaranya Arif ditempatkan di bagian lift, shendy dan putri di bagian rental alat dan Lina sebagai receptionist.

Shendy mengungkapkan pengalamannya selama disana “menyenangkan ya, karena kerjanya dirental alat sky. Jadi kerjanya seperti main olahraga, ada kerjasama tim juga sehingga pekerjaannya terasa lebih mudah. Sama halnya dengan shendy, hal serupa juga diungkapkan oleh Putri yang juga bekerja di bagian yang sama. Putri juga mengungkapkan team work di bagian rental sangat seru, sehingga kerja tim menjadi lebih menyenangkan. Selain itu perkerja lainnya juga membantu Putri dan Shendy terutama pada pemahaman kosakata bahasa Jepang, apabila ada kosakata yang tidak mengerti mereka menjelaskan kembali dengan bahasa yang lebih mudah.

Disamping mengasah kemampuan bahasa, budaya kerja di jepang juga tepat waktu, sehingga ketika terlambat secara otomatis akan berusahan untuk tidak mengulangi kesalahan. “waktu diperhatikan banget, harus tepat dan tidak boleh terlambat”

Bagi Lina, yang paling menyenangkan di bagiannya adalah bisa mengaplikasikan sekaligus mengasah kemampuan bahasa asing yang dipelajari, Seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang dan Komputer. Sebab, di resort tersebut,  tamu yang datang bukan hanya berasal dari negara Jepang tetapi berasal dari berbagai dunia.

Pengalaman yang tidak kalah menarik juga dirasakan oleh Arif. Meski sebelumnya sudah pernah bekerja di Jepang, pengalaman magang selama tiga bulan tersebut juga memberikan kesan tersendiri. “Ini bukan yang pertama bekerja di Jepang, jadi sudah terbiasa disana. Perbedaanya sekarang bahasa yang digunakan adalah bahasa formal dan sopan. Begitupula dengan ibadah, mereka memberikan waktu untuk beribadah”, paparnya.

Saat ditanya mengenai harapan setelah mengikuti program magang tersebut, keempatnya kompak berharap bisa kembali ke negeri sakura tersebut. Tidak hanya mendapatkan pengalaman dan ilmu, mahasiswa peserta magang juga  mendapatkan uang saku selama magang sekitar Rp. 50 jutaan. Sebagai informasi, biaya yang dikeluarkan untuk tiket pesawat dan kebutuhan lainnya untuk berangkat sekitar Rp. 15 Jutaan.

“Alhamdulillah dari apa yang kami keluarkan untuk berangkat, itu bisa tergantikan dan masih ada sisa,” imbuh Arif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *