STIBA Invada Dorong Mahasiswa Kreatif Berwirausaha

03-05-18 stiba 0 comment

Bisnis Hijab, Seminggu Jual Ratusan Produk

Dalam menjalankan bisnis tidak sekedar dibutuhkan modal. Mental dan paham mengenai mengenai pemasaran juga tidak kalah penting. STIBA Invada membekali mahasiswanya dengan perkuliahan kewirausahaan. Salah satu mahasiswa yang berhasil mengaplikasikan materi kuliah tersebut adalah Widya Farhatusholihah.

Bergelut di bisnis fashion perempuan, seperti hijab, gamis, hand shock, dalaman kerudung dan lainnya bukan sesuatu yang baru bagi Widya Farhatusholihah atau akrab di sapa Fara. Usaha tersebut sudah ditekuni sejak 2017. Dari mengumpulkan uang saku untuk dijadikan modal hingga konsisten melakoni bisnis tersebut.

bisnis

”Pertama mulai usaha itu awalnya mencari tambahan uang kuliah. Setelah lulus SMA sempat kerja, kemudian memutuskan kuliah. Karena sebelumnya sudah memiliki uang sendiri jadinya meminta ke orang tua itu kayak agak berat. Akhirnya cari peluang usaha,” ujarnya.

Menurut Fara, bisnis  Fashion gamis dan kerudung syar’i memiliki peluang pasar yang luas. hal ini disebabkan banyaknya perempuan yang mengenakan gamis dan kerudung syar’i saat ini.

Sebelum mendapatkan mata kuliah kewirausahaan, pemasaran dilakukan melalui akun instagram @farahijab__ . Setelah materi kuliah kewirausahaan, Fara menambah channel promosinya melalui Fan Page Facebook Fara Hijab, dan Whats App Order link. Penambahan channel promosi tersebut memiliki dampak yang cukup efektif sehingga jaringan penjualan semakin luas dan semakin berkembang. Adanya Whats App order link Fara hijab juga membantu memudahkan pembeli untuk order barang. Saat ini, untuk kerudung instan, Fara Hijab menjual ratusan produk per minggu.

”Awalnya belum punya Fan Page, ada mata kuliah kewirausahaan diajarin cara bikinnya, terus penjualan web online. Jadi lebih banyak yang tahu dan penjualan lebih luas,” tuturnya. Ke depan, seiring bisnisnya yang semakin berkembang, Fara berencana memiliki konveksi sendiri. Dengan begitu, dapat meluncurkan produk hasil desain sendiri. ”Saat ini penjahit masih orang lain, karena belum punya konveksi sendiri, kalau udah punya konveksi bakal ngeluarin produk baru yang dari desain sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Juwintan S.S., M.Hum menjelaskan, tahun ini materi kewirausahan di STIBA Invada fokus pada bisnis digital. Sebab, di era generasi Z merupakan eranya generasi digital. Untuk itu, STIBA Invada membekali mahasiswa dengan materi bisnis digital Antara lain pembuatan website, SEO, LBO, Fan Page Facebook dari non-komersial hingga yang komersial, FB ads, adsense, wa orderlink dan beberapa teknik copy writing. ”Materi kewirausahaan ini sebagai bekal kampus kepada mahasiswa. Karena tidak semua mahasiswa yang lulus ingin bekerja, ada pula yang ingin menciptakan peluang kerja ataupun berwirausaha. Maka kami menyesuaikan materi kewirausahaan dengan tren bisnis saat ini,” tuturnya.



Tinggalkan Balasan