Mahasiswa STIBA INVADA Jadi Volunteer Asian Games

Sebagai salah satu ajang besar, gelaran Asian Games membutuhkan banyak volunteer atau sukarelawan. Setidaknya dibutuhkan sekitar 18.000 volunteer untuk turut mensukseskan ajang tersebut. Meskipun jumlah volunteer yang dibutuhkan banyak, peminatpun tidak kalah banyak dari seluruh Indonesia ditambah dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Karena ajang yang melibatkan negara lain ini harus wajib mahir berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Setelah mendaftar secara online, tahap berikutnya psikotes, forum diskusi, general training, dan skill attitude. Fibalnya adalah penempatan tugas. “Awalnya informasi tahu dari prodi, ikutan nyoba daftar sama temen. Awalnya ga dapet info lolos atau tidak, ternyata H-1 baru dapat SMS kalo lolos dan diberikan link untuk registrasi ulang” Papar mahasiswa Sastra Inggris tingkat IV tersebut.

Asian Games

Awal Februari lalu, pada ajang khusus invitation tournament, Wildiani bertigas di bagian ticketing di Stadion Gelora Bung Karno. Banyak manfaat yang didapat dengan menjadi sukarelawan tersebut. Mulai dari pengalaman, mengasah kemampuan bahasa asing, mengenal berbagai jenis olahraga dunia dan yang terpenting adalah banyak kenalan dari berbagai daerah, karena volunteer ini memang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Selain itu, dengan menjadi sukarelawan akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan ataupun kebutuhan lain. Apalagi ajang tersebut sangat bergengsi, tentu sertifikatnya  semakin bermanfaat. Bonusnya menjadi Volunteer Asian Games mnedapatkan uang saku.

Untuk puncak Asian Games pada 18 Agustus sampai 2 September mendatang, saat ini dalam tahap registrasi ulang. “Nanti ada pengumuman lagi, karena untuk event mendatang aku ikut divisi yang berbeda. Sebelumnya ngambil internasional relation, sekarang mau ambil divisi sport dan atlet.

Sementara itu Wakil Ketua III bidang kemahasiswaan Juwintan, S.S., M.Hum mengungkapkan sangat bangga dan mengapresiasi bahwa ada salah satu mahasiswa yang bisa menjadi bagian dari ajang Asian Games. Artinya, apa yang sudah didapat di kampus, ada keinginan untuk mengeksplor kemampuan, khususnya dalam hal bahasa asing.

Kampus sendiri tidak sekedar memberikan pendidikan kepada mahasiswanya secara teori, tetapi juga membentuk mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Dengan begitu, mahasiswa yang kreatif dan inovatif tidak akan kesulitan untuk mencari pekerjaan ataupun berwirausaha.

“Berbeda jika hanya dididik secara teori saja, mereka tidak akan terfikir untuk ikut ajang seperti ini. Saya Bangga ketika ada  mahasiswa yang terpilih sebagai salah satu volunteer dan tidak hanya untuk diri sendiri,   tetapi dia juga mau berbagi informasi serta mengajak teman-temannya mengikuti ajang dunia tersebut. Mahasiswa yang berprestasi itu bukan hanya dari bidang akademik tapi dari keberhasilan dia menjadi bagian dari ajang inipun adalah sebuah prestasi”, jelasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *